Psikotropika

Hamil, Wanita Filipina Nekat Telan Sabu

Kompas.com - 18/04/2011, 16:57 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Modus baru peredaran narkoba internasional kembali terbongkar. Maria Cecilia Lopez, seorang wanita asal Filipina, diamankan aparat Bea dan Cukai Ngurah Rai, Bali, karena kedapatan menelan 41 kapsul berisi sabu seberat 324,87 gram yang harganya mencapai Rp 650 juta.

Yang mengejutkan, Maria menelan sabu tersebut dalam keadaan hamil satu bulan. "Sepertinya ini modus baru dengan maksud mencari kelengahan petugas. Dia berpikir, orang yang sedang hamil mendapat belas kasihan dari petugas," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bali Made Wijaya, Senin (18/4/2011) di Denpasar. "Di komunitasnya sekarang banyak disebar kurir-kurir wanita hamil," ujarnya.

Untuk meyakinkan petugas, Maria menunjukkan surat-surat dokter dan foto rontgen bahwa dia sedang hamil. Maria yang tiba di Bali pada Jumat (15/4/2011) menggunakan pesawat Thai Airways TG 431, Bangkok-Denpasar, memperlihatkan ketidakwajaran saat tiba di Bandara Ngurah Rai. "Kita periksa perutnya kok keras, berbeda dengan wanita hamil pada umumnya. Setelah dirontgen, ditemukan benda mencurigakan berbentuk kapsul," jelas Wijaya.

Mengingat kondisinya sedang hamil, petugas Bea dan Cukai lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kapsul tersebut. Petugas tidak memakai obat-obatan pencahar seperti kasus sebelumnya, tetapi menggunakan cara alami, yakni diberi susu secara terus-menerus. "Dia kooperatif," ujar Wijaya.

Petugas baru berhasil mengeluarkan kapsul-kapsul di dalam perut tersangka dua hari kemudian dan, setelah diperiksa, 41 kapsul tersebut berisi methamphetamine atau sabu seberat 324,87 gram.

Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polda Bali untuk proses hukum selanjutnya.

Baca juga: Koper Isi Perkakas Dikira Bom

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau